5 November 2010

Selamat Menunaikan Ibadah Haji, Semoga Menjadi Haji Mabrur

Rombongan calon jemaah haji Kota Tangerang 2010 yang tergabung dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni kloter 41 dan kloter 42 resmi diberangkatkan dari Masjid Raya Al-Adzhom Tangerang, Jum’at (5/11). Para calhaj ini diberangkatkan dengan bus yang akan menuju Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Pelepasan jemaah haji kloter terakhir dari Kota Tangerang ini dilakukan oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Pemerintah Kota Tangerang Ghozali Barmawi didampingi oleh H. Zaenal Arifin dan H. Mudini dari Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang.
Tak ketinggalan, ribuan anggota keluarga yang datang untung melepas calon jemaah haji ke tanah suci. Tangis haru anggota keluarga yang mengantar pun mewarnai pelepasa calhaj kali ini. Bahkan, sebelum berangkat banyak pula calhaj yang berfoto bersama keluarga.

Kloter 41 dan 42 merupakan kloter terakhir bagi calon jemaah haji Kota Tangerang. Kloter pertama yakni kloter 1 tingkat provinsi Banten atau kloter 4 tingkat nasional sendiri telah diberangkatkan dari Masjid Raya Al-Adzhom pada 13 Oktober lalu dan dilepas langsung oleh Walikota Kota Tangerang Wahidin Halim dan Wakil Walikota H. Arief R. Wismansyah.

“Total calhaj Kota Tangerang 2010 sebanyak 2.212 orang dan terbagi dalam enam kloter. Hari ini merupakan pelepasan dua kloter terakhir,” ujar H. Zaenal Arifin. Selama di tanah suci, calhaj dihimbau untuk tetap menjaga kondisi fisik dan stamina tetap fit agar dapat menyelesaikan semua tahapan haji dengan lancar. Selamat jalan calon jemaah haji Kota Tangerang. Semoga pulang menjadi haji mabrur.

3 November 2010

Kolaborasi Seni Galang Dana untuk Korban Bencana

Untuk meringankan beban mereka yang terkena musibah korban bencana alam di Indonesia, seniman-seniman Tangerang bekerjasama dengan Komunitas Milis BSD Society membuat acara penggalangan dana dalam bentuk pagelaran kolaborasi seni bertema Charity Coustic for Waisor, Mentawai & Merapi.
Sebanyak 15 kelompok seniman Tangerang dan grup band papan atas Indonesia, seperti Zigas, Tahta dan Gate of Souls ikut tampil dalam acara malam dana di Teraskota BSD City pada Rabu, 3 November 2010.

Adapun penggalangan dana dilakukan oleh para seniman dengan berkeliling Mal Teraskota dengan membawa kotak amal kepada pengunjung dan melelang hasil karya seni berupa lukisan, disain dan patung. Selain itu bagi grup band Zigas dan Tahta hasil penjualan kaset dan compact disc (CD) pada malam itu semuanya disumbangkan bagi korban bencana.

“Meskipun kami pelaku seni tetapi untuk kepedulian terhadap korban bencana alam dalam diri kami para seniman sangat tinggi. Berapapun dana yang terkumpul dari pertunjukan kolaborasi seni ini, semua untuk disumbangkan,” tutur Benny Navaro, Ketua Panitia Charity Coustic.

Selama empat jam pagelaran berlangsung dan ditambah dengan donasi lewat rekening Milis BSD Society, terkumpul dana sekitar 15 juta rupiah.”Rencananya sumbangan akan disalurkan lewat salah satu stasiun televisi swasta,” pungkas Benny.


1 November 2010

Mozaik Muslim di Amerika

Umat Muslim telah menjadi bagian dari sejarah Amerika sejak masa pra-Columbus. Makanya tidak heran bila para penjelajah dulu menggunakan peta yang dibuat oleh orang Muslim. Itu karena mereka (orang Muslim) lebih tahu tentang pengetahuan geografis dan navigasi waktu.

Beberapa ahli memperkirakan bahwa 10 - 20 persen dari budak yang dibawa dari Afrika adalah Muslim. Film "Amistad" menyinggung fakta ini, menggambarkan umat Islam yang berada di atas kapal budak. Mereka berdoa sementara kaki dirantai bersama di dek saat melintasi Atlantik. Meski tidak terdapat bukti sejarahnya, tapi hal tersebut dapat dibuktikan dari beberapa sumber terpercaya:
* Ibnu Umar Said (1770-1864) lahir di negara Muslim Futa Toro di Afrika Barat (Senegal saat ini). Dia adalah seorang sarjana Muslim dan pedagang yang ditangkap dan diperbudak. Ia tiba di South Carolina pada tahun 1807 dan dijual kepada James Owen dari North Carolina.

* Sali-Bul Ali adalah seorang budak di perkebunan. Pemiliknya, James Cooper menulis: "Dia adalah orang beragama Islam yang patuh. Tidak meminum minuman keras, berpuasa terutama di bulan Ramadhan..."

* Lamen Kebe adalah seorang budak yang menjadi seorang guru sekolah di Afrika. Ia berbagi informasi tentang teks dan metode pengajaran yang digunakan sekolah-sekolah Islam di negaranya.

* Abdul Rahman Ibrahim Sori menghabiskan 40 tahun di perbudakan sebelum ia kembali ke Afrika untuk mati. Dia menulis dua otobiografi dan menandatangani sketsa dirinya dengan Henry Inman. Sketsa tersebut tampil di sampul "Freedman's Journal" dan dipajang di Perpustakaan Kongres.

Pada saat itu, banyak budak Muslim didorong atau dipaksa untuk masuk agama Kristen. Banyak budak generasi pertama yang mempertahankan identitas Muslim mereka. Namun, dalam kondisi perbudakan yang keras, keyakinan tersebut sebagian besar hilang pada generasi berikutnya.

Islam di Amerika Selama Civil Right Era
Kebanyakan orang, ketika memikirkan Muslim Afrika-Amerika, mereka berpikir tentang "Nation of Islam." Tentu saja, pemikiran tersebut bermula dari sejarah tentang bagaimana Islam bisa berada di tengah orang Afrika-Amerika. Ada beberapa alasan kenapa Islam disukai sampai sekarang.

Di antara alasan mengapa orang Afrika-Amerika telah dan terus tertarik pada Islam adalah:
1) Banyak warisan Islam berada di Afrika Barat di mana banyak nenek moyang mereka berasal dari sana
2) Tidak adanya rasisme dalam Islam. Berbeda dengan kebrutalan dan perbudakan yang telah mereka alami selama jaman penjajahan.

Pada awal 1900-an, beberapa pemimpin kulit hitam mengupayakan untuk membantu membebaskan budak Afrika. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan kembali harga diri dan merebut kembali warisan mereka. Noble Drew Ali memulai sebuah komunitas nasionalis kulit hitam, Moor Ilmu Bait Allah, di New Jersey pada tahun 1913.

Setelah kematiannya, sebagian pengikutnya berpaling ke Wallace Fard yang mendirikan Lost-Found Nation of Islam di Detroit pada tahun 1930. Fard adalah seorang tokoh misterius yang menyatakan bahwa Islam adalah agama yang alami untuk Afrika dan tidak menekankan ajaran iman yang ortodoks. Sebaliknya, ia berkhotbah bahwa nasionalisme kulit hitam, dengan mitologi revisionisnya menjelaskan sejarah penindasan orang kulit hitam. Banyak dari ajaran-ajarannya yang bertentangan dengan iman Islam sebenarnya.

Kemudian pada tahun 1934, Fard menghilang dan Elia Muhammad mengambil alih kepemimpinan Nation of Islam. Fard disebut-sebut sebagai "Juru Selamat" dan pengikutnya percaya bahwa ia adalah Allah dalam daging di bumi.
Kemiskinan dan rasisme yang merajalela membuat pesan-pesanya tentang keunggulan orang kulit hitam dan "setan putih", lebih diterima secara luas. Pengikutnya, Malcolm X, menjadi tokoh publik selama tahun 1960-an, meskipun ia memisahkan diri dari Nation of Islam sebelum kematiannya pada tahun 1965.

Orang-orang Muslim melihat Malcolm X (kemudian dikenal sebagai Al-Hajj Malik Shabaaz) sebagai contoh orang yang pada akhir hidupnya menolak ajaran rasis-perbedaan dari Nation of Islam dan memeluk persaudaraan Islam yang sebenarnya. Suratnya dari Mekah, ditulis selama ziarahnya, menunjukkan transformasi yang telah terjadi. Seperti yang kita lihat sekarang, orang Afrika-Amerika telah membuat transisi dan meninggalkan organisasi nasionalis kulit hitam untuk memasuki persaudaraan Islam dunia.

Islam di Amerika Hari Ini
Jumlah Muslim di Amerika Serikat saat ini diperkirakan antara 6 - 8 juta orang. Menurut beberapa survei pada tahun 2006 - 2008, dari jumlah tersebut, 25% adalah orang Afrika-Amerika.

Mayoritas Muslim Afrika-Amerika telah memeluk Islam dan menolak ajaran rasis dari Nation of Islam. Warith Deen Mohammed, putra Elijah Muhammad, membantu memimpin masyarakat untuk bergabung dengan agama Islam yang sebenarnya.

Di samping itu, jumlah imigran Muslim di Amerika Serikat juga telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Di antara imigran tersebut, sebagian besar berasal dari negara-negara Arab dan Asia Selatan. Sebuah penelitian besar yang dilakukan oleh Pew Research Center pada tahun 2007 menemukan bahwa Muslim Amerika adalah sebagian besar masyarakat kelas menengah dan berpendidikan.

Saat ini, Muslim di Amerika merupakan sebuah mosaik warna-warni yang unik di dunia. Afrika-Amerika, Asia Tenggara, Afrika Utara, Arab, dan Eropa berkumpul setiap hari untuk sembahyang dan bersatu dalam iman. Dengan pengertian bahwa mereka semua sama di hadapan Allah.


Penduduk Muslim Dunia
Hampir seperempat dari penduduk dunia saat ini adalah Muslim. Mereka tersebar di beberapa negara di dunia. Lebih dari lima puluh negara mayoritas penduduknya beragama Islam, sisanya beragama Non-yang menjadi kaum minoritas.

Meskipun Islam sering dikaitkan dengan dunia Arab dan Timur Tengah, namun jumlah masyarakat Muslim di sana ternyata tidak kurang dari 15%. Berikut negara-negara dengan populasi Muslin terbesar di dunia (2009).

Dzikir Bukan Fitnahan, Tapi Fundamental Iman Yang Kokoh

Banyaknya isu dan kenyataan yang berkembang tentang Dzikir saat ini, sering dijadikan alat untuk menjatuhkan citra seseorang.

Namun, hal tersebut bukanlah suatu halangan bagi Al Ustadz Habibullah Al-Faqir Illallah Endang Haryana Tajudin Syarif, Pendiri Yayasan Majelis Dzikir Al-Ikhlas Kota Tangerang, untuk terus menginformasikan dan mengibarkan kekuatan Dzikir sebagai fundamentalisme iman yang kokoh dalam Islam.
Hal itu disampaikannya dalam acara pengajian bulanan di Majelis Taklim At-Tin, Jalan HS Abdul Aziz No 16, Rt 01/02, Kelurahan Suka Asih, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang pada Jumat (12/10). Pengajian yang dihadiri oleh sejumlah ibu-ibu gabungan dari 87 Majelis Taklim se-Kecamatan Tangerang itu seakan membawa khalayak tersadar bahwa Dzikir itu merupakan asal usul tersebarnya agama Islam pada zaman Rasulullah SAW, serta betapa dahsyatnya makna Dzikir sesungguhnya.

Endang Haryana Tajudin Syarif menerangkan, sebelum tersebarnya Dzikir di belahan dunia, tentu atas dasar adanya sejarah. Kata dia, dari pada adanya Dzikir itu sendiri diambil dari kisah pendek seorang Muhammad (nama sebelum diangkat menjadi nabi Allah SWT). Muhammad saat itu di setiap Bulan Ramadan selalu ke Gua Hira untuk bersemedi dan menyepi menikmati alam semesta. Dengan kesabarannya yang tinggi sebagai makhluk yang diciptakan dengan segala kesempurnaannya, Muhammad berkhidmat.
Sampai pada akhir khidmatnya, Jibril Alaihi Salam datang mengajarkan suatu kata kepadanya “Ya Muhammad Iqro, dijawabnya tidak bisa”, Kemudian Muhammad Alaihi Salam dipeluk, dengan keringatnya yang mengucur dan menggigil seluruh tubuhnya untuk mengucapkan “Laa Ilaaha Ilallah Muhammadarasulullah…”

Kemudian dia sampaikan berita itu kepada istrinya yaitu Siti Khadijah, lalu dia menyampaikan berita itu kepada pamannya. Kemudian pamannya menjelaskan tentang apa yang tersirat di dalam Injil. “Wahai Khadijah, sesungguhnya suamimu itu adalah Rasul.” Namun, Siti Khadijah tidak percaya karena merasa mereka adalah orang yang bodoh, hina, dan miskin.

Pada Bulan Ramadan berikutnya, Muhammad SAW kembali pergi ke Gua Hira. Sampai kemudian dia kembali didatangi Jibril dan dijelaskan kembali. Kemudian penjelasan Jibril itu direnungkan Muhammad untuk dihayati dan dicari tahu apa makna sesungguhnya kejadian yang menimpanya tersebut.

Pada suatu saat, Jibril kembali kepada Muhammad untuk memberitahu bahwa Muhammad akan dihijrahkan ke Siratul Muntahad. Setelah pulang dari sana, baru Muhammad yakin kalau dirinya adalah Rasul Allah. Sejak itu, Nabi Muhammad merasa semakin kuat imannya, semakin kuat rohaninya, dan semakin kuat batinnya bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul-Nya. Lalu terbentuklah kelompok Dzikir.
“Sesungguhnya iman itu sangat luar biasa,” ungkap Ustad Endang kembali.

Dilanjutkannya, setelah Rasulullah wafat, maka majelis Dzikir itu dikelola oleh Saidina Ali. Karena Saidina Ali sudah lanjut usia lalu menyerahkan majelis itu kepada Hasan Basri (sebagai putra angkat Rasullah). Lalu, Hasan Basri diajarkan oleh Saidina Ali tentang keimanan dengan konteks Dzikrullah. Kemudian Hasan Basri membangun lembaga formal, yakni Majelis Dzikir yang dikelola oleh Saidina Ali lalu dikembangkan oleh Hasan Basri secara luar biasa, secara terbuka, sampai ke seluruh negeri secara internasional.

“Mulai dari situlah seluruh umat Islam belajar tentang majelis Dzikir. Mereka semua belajar Islam dari Dzikir. Namun pada kenyataannya, Dzikir saat ini dijadikan fitnah,” tangkasnya.

Hal tersebut jelas sangat disayangkannya. Terbukti, lanjutnya, saat ini Dzikir kerap dijadikan seperti sebuah bomerang dalam kehidupan. Banyak ragam yang menyatakan tentang fitnah terhadap Dzikir. Serta banyak orang yang menggunakan Dzikir hanya untuk menangkap dirinya. Supaya terlihat orang yang tersoleh, orang yang dekat dengan Allah, serta untuk mengangkat kredibilitasnya demi mendapatkan keuntungan dan memperkaya diri.

“La Illaha Ilallah.. sepertinya sederhana, tapi sekarang selalu menjadi bahan fitnahan. Padahal Dzikir adalah fundamental dasar sebagai penguatan iman,” jelasnya.

Sementara itu, Pimpinan Majelis Taklim At-Tin, Hj R. Tin Husna, mengungkapkan, pihaknya sangat berterimakasih dengan kedatangan Pimpinan Majelis Dzikir Al-Ikhlas. Pasalnya, pengetahuan yang diberikan kepada jemaah ibu-ibu merupakan informasi penting untuk diketahui lebih dalam mengenai apa dan mengapa harus berdzikir.

“Karena Allah SWT, saya dapat mengundang beliau. Karena masalah Dzikir itu sangat penting. Ibu-ibu belum terlalu banyak tahu tentang bagaimana, apa, dan untuk apa Dzikir itu. Dengan keberadaan Majelis Dzikir Al-Ikhlas ini, diharapkan dapat menjadi wadah bertambahnya informasi dan wawasan tentang keagamaan, saudara dan mempererat silaturahmi,” pungkasnya kepada Ma’rifat.

Kumpulan Kaligrafer Penebar Siar Islam

Indah dan Islami, hal itulah yang tersirat di pikiran kita bila melihat karya-karya kaligrafi. Belitan huruf-huruf Arab yang dihiasi berbagai ornamen warna-warni, semakin menambah kekaguman terhadap seni Islam yang satu ini.

Sebagian besar seni Kaligrafi diaplikasikan untuk menghias berbagai rumah ibadah dan rumah tinggal. Tapi dalam perkembanganya, banyak pula yang menghiasi berbagai bidang seperti koin, permata, senjata, batu alam, dan sebagainya. Bahkan, ada juga yang menerapkannya dalam lukisan atau cinderamata. Seperti terlihat di Noqtah Art Gallery yang berlokasi di bilangan Bintaro.
Tidak banyak yang bisa mengaplikasikan seni tulis huruf Arab yang isinya berupa potongan ayat Alqur'an atau Hadits Nabi SAW ini. Hal itu disebabkan karena tingkat kerumitan yang terkandung di dalamnya dan pemahaman terhadap bahasa Arab. Belum lagi penguasaan gaya desain yang biasanya harus disesuaikan dengan keinginan pemesan.

“Memang tidak mudah untuk membuat seni kaligrafi ini. Perlu ketekunan dan kesabaran tinggi dalam pengerjaannya. Detail setiap desain perlu diperhatikan dan juga skala ukur yang akan diterapkan dalam medianya nanti,” kata Direktur Utama Noqtah Art, Isep Misbah S.Ag.

Noqtah Art
Noqtah Art dimulai dari aktifitas Isep Misbah dan temannya dalam menerima order untuk membuat kaligrafi di masjid dan rumah. Awalnya, lelaki kelahiran 7 Maret 1974 ini, hanya sebatas hobi. Tapi dari situ, ternyata banyak permintaan dari masyarakat. Lalu, lulusan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah tahun 2000 ini, mulai membentuk tim kaligrafer profesional yang berprestasi.

“Saya kumpulkan beberapa kaligrafer yang pernah juara dalam kompetisi kaligrafi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Setelah itu, mulailah saya bekerja secara profesional dan terbentuklah Noqtah Art secara resmi pada tahun 1997,” jelas Isep yang mengenal kaligrafi sejak di Pondok Modern Assalam, Sukabumi.

Pertama kali, Isep hanya mengaplikasikan Kaligrafi dengan media cat.Tapi sekarang, dengan Noqtah Art, alumlus Lembaga Kaligrafi Al-Qur’an (LEMKA) tahun 1994 ini, telah merambah media lain seperti kayu GRC, mika, kuningan, stainless steel, metal, dan batu alam. Semua media tersebut, bisa dibuatnya menjadi karya kaligrafi yang menawan.

“Selain inovasi media, kami juga mengembangkan Kaligrafi ke dalam elemen-elemen interior seperti lukisan, cinderamata, dan hiasan dinding lain,” ujar Isep yang memajang berbagai lukisan Kaligrafi senilai Rp 500 ribu sampai 25 juta di galerinya.

Dari sekian banyak order yang diterima, sebagian besar adalah pengerjaan kaligrafi untuk masjid. Berbagai tempat ibadah umat Muslim banyak dihiasi kaligrafi dari Noqtah. Tidak hanya di Indonesia, tapi juga masjid di luar negeri seperti Masjid Kholid bin Walid Polis Diraja Sarawak Malaysia. “Sudah lebih dari 70 masjid dan rumah yang pernah saya kerjakan,” ucap Isep yang pernah mendapat penghargaan kategori Kaligrafi Modern dari Al-Burda Award Dubai UEA pada tahun 2009.

Gaya Kaligrafi
Dari sekian banyak gaya kaligrafi yang beredar sekarang, sebagian besar masyarakat lebih menyukai gaya Maroko dan Minimalis. Maroko khas dengan Arabes atau Zukrofah Islami. Desainnya geometris berbentuk anyaman. Lain lagi dengan gaya Minimalis yang simpel, praktis, dan terkesan kaku. “Tapi dalam penerapannya, motif harus sinergi dengan gaya arsitektur,” jelas Isep.

Kaligrafi adalah tulisan indah di mana huruf demi huruf dalam kaligrafi Arab bisa disambungkan. Jenis hurufnya sendiri sangat variatif. Begitu juga dengan gaya kaligrafinya. Pada jaman Dinasti Abasiah, terdapat lebih dari 500 gaya desain yang populer.

Sekarang ini, ada 8 jenis kaligrafi Arab yang populer. Di antaranya, Sulus, Naskhi, Ta’liq, Diwani, Diwani Jali, Riq’ah, Kufi, dan Ijazah. Lainnya disesuaikan dengan daerahnya seperti Maroko dengan gaya Maghribi-nya atau India dengan Kaligrafi Hindi.

Biasanya, dalam penerapan dan penggalian ide desain kaligrafi, Isep akan memerhitungkan ciri khas daerah dari pemesannya. Masing-masing daerah pasti memiliki simbol atau karakter tertentu yang akan ditambahkan sebagai ornamen-ornamen penghias dalam kaligrafi.

Dari beberapa proses pengerjaan, menurut Isep, paling sulit adalah fase penemuan ide desain. Di situ biasanya akan banyak waktu lama karena kaligrafi adalah produk seni dalam sebuah industri di mana kita harus bisa mengejawantahkan kemauan pemesan. Bukan semau kita, tapi harus bisa mengakomodasi kemauan pemesan.

Harga Kaligrafi
Mengenai harganya, Isep cenderung melihat tingkat kesulitan, kerumitan, dan kondisi dari proyek yang akan dikerjakannya. Seperti halnya ketika Isep mengerjakan Masjid Agung Darussalam di Sumbawa Barat. Kubah masjid tersebut memiliki ketinggian sekitar 40 meter dengan diameter lingkaran sepanjang 25 meter. Dengan resiko pengerjaan yang tinggi, maka harga pun akan mengikutinya. Tapi, kalau mau disebutkan, harga yang dipatok untuk pengerjaan kaligrafi standar menggunakan media cat acrylic, sekitar Rp 500 ribu per meter.

Sedangkan lama pengerjaan, terbilang relatif dari 1 minggu sampai 2 atau 3 bulan. Semuanya tergantung tingkat kerumitan dan juga kemauan pemesan. “Biasanya, ada yang mengejar tenggat waktu peresmian. Kalau begitu, kita harus menerjunkan tim yang cukup banyak,” kata Isep.

Sama halnya dengan Musaf Al-Quran untuk Sumbawa yang sedang dikerjakan Noqtah Art saat ini. Lama pengerjaan bisa 2 – 3 tahun. Di samping pengerjaannya yang hand made, musaf tersebut juga dihiasi berbagai ornamen daerah seperti bunga Setanggi, Lonto Engal, dan Bintang 8 yang menjadi ciri khas daerah Sumbawa. Belum lagi ukurannya yang cukup besar (1 X 1,5 meter).


Waroeng Kejujuran Dibuka Untuk Umum

SMP Al-Azhar BSD menyadari betul pentingnya sikap jujur bagi siswanya yang notabene merupakan generasi penerus bangsa. Prihatin akan maraknya korupsi yang terjadi di Tanah Air, SMP Al-Azhar BSD City mendirikan Waroeng Kejujuran dengan tujuan melatih dan menumbuhkan sikap jujur sejak dini. Pembukaan Waroeng Kejujuran merupakan salah satu upaya nyata pihak sekolah untuk melatih siswa didiknya berperilaku jujur.

Waroeng ini sendiri didirikan atas ide dan prakarsa Badan Koordinasi Orangtua Murid dan Siswa (BKOMS) SMP Al-Azhar BSD yang bekerja sama dengan pihak sekolah. Sebenarnya gerai ini telah berjalan selama dua minggu lebih sebelum akhirnya secara resmi dibuka untuk umum.
Faiz Rasidi, Guru Bidang Kesiswaan sekaligus salah satu pengelola Waroeng Kejujuran SMP Al-Azhar BSD mengatakan, Waroeng Kejujuran adalah sebagian kecil yang dapat sekolah lakukan untuk mendidik anak-anak berlaku jujur, minimal buat diri sendiri di hadapan sang pencipta. Nantinya diharapkan bila menjadi pemimpin dapat menjalankan semua amanah dengan jujur.

”Adapun modal awal warung ini diperoleh dari uang kas BKOMS dan sumbangan orangtua murid, dan pengelolaannya diserahkan oleh OSIS. Nanti anggota OSIS akan membuat laporan harian dari pengelolaan warung dan setiap minggu akan dilaporkan kepada BKOMS,” papar Rasidi. Waroeng Kejujuran tidak ada penjaga ataupun kasirnya, semua harga sudah tercantum dan pembeli tinggal membayar sesuai harga yang dibeli dengan menaruh uang di kotak yang sudah disediakan.

Waroeng Kejujuran yang dibuka mulai pukul 07.00-16.00 WIB dari Senin-Jumat. Warung ini antara lain menyediakan berbagai keperluan sekolah,seperti alat tulis, keperluan ekstrakulikuler dan aneka makanan ringan.

Pererat Silahturahim Lewat Pengajian Rutin

Sesuai dengan Hadist Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan setiap manusia harus saling berhubungan baik satu sama lain atau yang dikenal dengan Habluminnas. Dalam upaya mewujudkannya, Pengajian Mushola Nurut Taqwa, Kampung Rawa, Kelurahan Jombang merealisasikan lewat pengajian rutin setiap minggu guna terjalinnya silahturahmi antar warga sekitar mushola. Demikian dikatakan Ketua Pengajian Nurut Taqwa, Ustad Abdul Rahim, S.Pdi saat ditemui.
Menurut Abdul Rahim, kegiatan pengajian ini telah terbentuk sejak tahun 1996 bersamaan dengan rampungnya pembangunan mushola Nurut Taqwa. Pada dasarnya terbentuknya pengajian rutin ini merupakan perwujudan misi dalam menjalin dan memupuk silahturahmi antar warga sekitar mushola Nurut Taqwa dan sampai saat ini anggota pengajian Nurut Taqwa berjumlah 30 orang. “Alhamdulillah saat ini kami memiliki 30 anggota yang tetap setia mengikuti pengajian,” katanya.

Rahim melanjutkan, kegiatan pengajian Nurut Taqwa ini dilakukan setiap hari Kamis dan Minggu. Untuk hari kamis malam pengajian dilakukan dengan tahlil dan membaca surat yasin bersama, sedangkan untuk Minggu malam pengajian dilakukan dengan tausiah oleh penceramah. Setiap minggunya selalu menampilkan penceramah-penceramah yang berkompeten. “Tak jarang kami selalu mengundang para penceramah dari luar daerah untuk memberikan tausiah,”ujarnya.

Pengajian mushola Nurut Taqwa ini tergabung dalam Forum Silahturahim. Forum ini adalah kumpulan dari pengajian-pengajian mushola dan masjid se-Kelurahan Jombang dan Pondok Pucung. Setiap satu bulan sekali Forum ini menggelar sholat subuh gabungan, yaitu sholat subuh yang dilakukan oleh seluruh anggota pengajian Forum Silahturahim. Secara bergiliran tiap bulannya kandang tandang ke mushola dan masjid untuk melakukan sholat subuh bersama. “Secara otomatis kegiatan ini menambah dan emmperluas jangkauan silahturahmi yang kita inginkan bersama,” tutup Rahim

 
Powered by Blogger